Paedocypris Progenetica: Terkecil Asal Sumatera

 
 

Sent to you by Lilih via Google Reader:

 
 

via Indonesia Revive! by Indonesia Revive! on 1/20/12

Indonesia Revive! -- Indonesia adalah surga keanekaragaman hayati. Negara kepulauan ini menyimpan berbagai fauna unik yang berharga bagi dunia penelitian. Salah satunya adalah ikan rawa bernama Paedocypris progenetica.

Hingga awal tahun 2012, ikan yang biasa hidup di rawa di sekitar lahan gambut Sumatera ini tercatat sebagai binatang bertulang punggung paling ekstrem yang pernah ditemukan. Saat dewasa, ikan ini berukuran hanya 7,9-10,3 milimeter.

Penemuan Paedocypris progenetica dilaporkan pada 2005 oleh ahli ikan berkebangsaan Swiss, Maurice Kottelat, dan Tan Heok Hui yang sama-sama bekerja untuk Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura.



Paedocypris progenetica di indonesiaproud wordpress comBersama rekan-rekan dari Indonesia dan Max Planck Institute, Jerman, mereka kemudian menganalisis kerangka dan struktur kompleks sirip belakang binatang ini. Sebelum ikan ini ditemukan, rekor vertebrata terkecil dipegang oleh Indo Pacific goby, yang berukuran 8 milimeter.

Dilihat sepintas lalu, ikan ini tampak seperti larva yang berenang di air. Ukuran yang amat pipih membuat tengkorak binatang ini berkurang banyak. Akibatnya, otak ikan tak terlindung oleh tulang.

Hidup di rawa gambut membuat binatang ini harus bertahan di lingkungan dengan tingkat keasaman yang tinggi. Air hitam di sekitar lahan gambut umumnya memiliki pH sebesar 3 atau 100 kali lebih asam dibanding air hujan. "Ini ikan paling aneh yang pernah saya ketahui sepanjang karier," kata ahli zoologi dari Natural History Museum, Ralf Britz.

Kini ikan kecil ini harus menyerahkan gelar vertebrata terkecil kepada Paedophryne amauensis dari Papua Nugini. Kottelat, sang penemu ikan, tak langsung setuju dengan pengambilalihan gelar ini.

Menurut dia, sulit membandingkan ukuran ikan dengan katak. Pada ikan, panjang tubuh dihitung dari puncak hidung hingga ujung ekor. Sedangkan pada katak, pengukuran panjang dilakukan dari ujung hidung hingga lubang pembuangan. "Tak terlalu penting mengetahui yang terkecil di antara keduanya. Di masa depan mungkin saja ditemukan yang lebih kecil," kata Kottelat melalui Telegraph pekan lalu.

Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah mengenai keberlangsungan spesies unik di habitat asli mereka. Ikan terkecil dari Indonesia, misalnya, kini harus terdesak akibat rusaknya rawa gambut gara-gara pembakaran hutan dan penebangan liar yang terus terjadi.

Reference: indonesiaproud


 
 

Things you can do from here:

 
 

Teropong Bintang Tertua

Tahukah kamu teropong bintang tertua di Indonesia? Yaitu, Observatorium Bosscha yang ada di Lembang, Jawa Barat. Dibangun 1923-1928.

Pabrik Semen Tertua

Tahukah kamu Pabrik Semen Padang adalah yang tertua di Indonesia. Berdiri sejak 1910.

Gua Terdalam

Tahukah kamu gua terdalam di Indonesia, ada di Kebumen, dengan nama Gua Petruk [kedalaman 2 km persegi].

Hutan Hujan Terluas

Tahukah kamu hutan hujan di Papua adalah yang terluas di Indonesia? Luasnya mencapai 28.816 km persegi.

Benteng Tertua

Tahukah kamu Fort Rotterdam merupakan benteng tertua di Indonesia? Raja Gowa kesembilan yang membangunnya pada 1545.

Terowongan Terpanjang

Tahukah kamu Terowongan Wilhelmina yang dibangun 1 Juni 1921 merupakan terowongan terpanjang di Indonesia. Sayangnya, kini terowongan tersebut sudah tidak dimanfaatkan lagi.

Rumah Sakit Tertua

Tahukah kamu bahwa RS PGI Cikini merupakan rumah sakit tertua di Indonesia. Rumah sakit ini dibangun tahun 1898.

Kota Terkecil

Tahukah kamu Sibolga merupakan kota terkecil di Indonesia, yang terletak di Indonesia. Luasnya hanya 10,77 km persegi.

Mercusuar Tertua

Tahukah kamu mercusuar tertua di Indonesia? Yaitu, Mercusuar Cikoneng [Anyer], yang dibangun 1885.

Stasiun Kereta Api Pertama

Tahukah kamu stasiun kereta api Indonesia pertama? Yaitu, Stasiun Semarang Gudang, Dibangun 16 juni 1864 Gubjend Baron Sloet van de Beele.