[Foto] Lee Kuan Yew Nyekar ke Makam Dua Pahlawan Indonesia (Usman-Harun) di Kalibata

Beberapa hari ini, dunia militer Indonesia dihebohkan dengan ketidaksetujuan Singapura atas penamaan kapal perang Indonesia dengan nama Usman-Harun. Sebabnya, dua orang personel KKO pernah membom Orchard Road, surga jalan-jalannya Singapura.

Namun, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, dalam pernyataannya, menegaskan jika takkan mengubah nama KRI Usman Harun sebagaimana protes yang dilayangkan Singapura terkait nama kapal ini. Karena, penamaannya sudah sesuai prosedur  (selengkapnya bisa dibaca di "Panglima TNI: Penamaan Pahlawan Nasional - Usman dan Harun - untuk Kapal Perang TNI Takkan Diubah!").

Lagipula, kasus yang ditakutkan oleh Singapura sudah lama selesai. Bahkan, pada 1973, eks PM Singapura Lee Kuan Yew pernah nyekar di makam dua orang yang kemudian diangkat sebagai pahlawan nasional tersebut.

Cek foto berikut.

[Foto] Lee Kuan Yew Nyekar ke Makam Dua Pahlawan Indonesia (Usman-Harun) di Kalibata

Foto ini didapatkan lewat Dinas Sejarah yang berada di bawah Dinas Penerangan TNI AL.

Mungkin muncul pertanyaan, mengapa eks Lee Kuan Yew mau melakukan tabur bunga tersebut? Dalam buku Pak Harto: The Untold Stories, hal ini merupakan syarat yang diberikan oleh eks Presiden Suharto kepada Lee Kuan Yew yang ingin memperbaiki hubungan dengan Indonesia.

Aksi tabur bunga itu sekaligus menandai selesainya ketegangan Indonesia-Singapura. Terutama soal Usman dan Harun tersebut.

Seharusnya Singapura mencontoh sikap pemerintah Belanda saat pemerintah menamai salah satu kapal perang dengan nama Diponegoro. "Kita punya kapal yang dibuat, dibeli, di Belanda. Kita namai KRI Diponegoro. Sementara pahlawan Diponegoro adalah orang yang membandel dengan Belanda, bermusuhan dengan Belanda. Diupacarakan di Belanda dan mereka juga ikut upacara," tutur Laksda Iskandar Sitompul, Kapusden TNI sebagaimana dilansir Detik.com.

Tidak jadi, soal bila dua pahlawan Indonesia dianggap sebagai teroris di Singapura. Namun, di Indonesia mereka tetaplah pahlawan.